Kata Kata Bijak dari Buku Darwis Tere Liye

Diterbitkan Oleh Admin, Pada 10/08/2016

Selain kata bijak yang pernah di publish pada waktu yang lalu yaitu kata bijak dari Albert Einstein, Kata bijak Tung Desem Waringin dan juga kata bijak dari tokoh-tokoh lain di dunia lainnya, dari buku yang ditulis oleh Darwis Tere Liye juga ada banyak kata bijak yang baik dan dapat dijadikan sebagai inspirasi. Seperti yang kita tahu bahwa Darwis Tere Liye Merupakan seorang penulis dari pedalaman yang menghasilkan karya-karya best seller yang didalamnya dikemas dengan bahasa yang sederhana namun sangat menarik untuk dibaca.

Kata Kata Mutiara dari Buku Darwis Tere Liye

Dari sekian banyak buku yang telah ditulisnya tentunya banyak kutipan-kutipan yang baik dan bisa kita dapatkan dan menginspirasi para pembacanya bukunya.

Kata Kata Bijak dari Buku Darwis Tere Liye

Dibawah ini merupakan kumpulan kata-kata bijak dari buku-buku karya Darwis Tere Liye semoga bisa memberikan inspirasi dan motivasi bagi kehidupan para pembaca bukunya dan juga pembaca kutipan-kutipan bijaknya :

Bukan ketika diomeli, dimarahi, dicereweti yang menyakitkan. Itu sih tandanya orang lain masih sayang.
Yang lebih menyakitkan adalah: saat orang lain memutuskan sudah tidak peduli lagi. Ditegur tidak, disapa juga tidak, didiamkan saja. Dianggap tidak ada.
Lepaskanlah, maka semoga yang lebih baik akan datang.
Lepaskanlah, maka semoga suasana hati akan lebih ringan.
Kita tidak akan pernah kecewa jika kita selalu mengendalikan harapan. Mau secanggih apapun orang lain memupuk pesonanya, menimbun perhatiannya, kalau kita sempurna mengendalikan hati, no problem at all.
Bagi orang2 yang memendam rindu, mencintai dalam diam, maka apa-apa yang ditunjukkannya hanyalah bagai gunung es di dalam samudera, hanya memperlihatkan pucuk kecil dari betapa besar perasaan itu di bagian dalamnya. Besarrr sekali yang tersembunyi.
“Orang yang memendam perasaan seringkali terjebak oleh hatinya sendiri. Sibuk merangkai semua kejadian di sekitarnya untuk membenarkan hatinya berharap. Sibuk menghubungkan banyak hal agar hatinya senang menimbun mimpi. Sehingga suatu ketika dia tidak tahu lagi mana simpul yang nyata dan mana simpul yang dusta.”
Berpikir dan berprasangka positiflah selalu. Maka hal menakjubkan akan terjadi.
Lebih baik mendengarkan kebenaran meski itu amat menyakitkan, Kawan. Dibandingkan mendengarkan kebohongan meski itu menyenangkan.
Kenapa kita kecewa? Karena kita berharap.
Tidak akan kecewa kalau kita tdk berharap.
Jika satu pintu tertutup, maka sebenarnya satu pintu lain sedang terbuka. Jika satu kesempatan hilang, pun satu kesempatan lain justeru muncul.
Jangan putus asa. Jangan kecewa.
Kalau kalian ingin membalas, maka pembalasan terbaik adalah menjadi orang yang lebih baik dari orang yang menyakiti kita.
Tidak akan pernah bisa melihat wajah sendiri dengan baik jika cerminnya kusam dan kotor. Pun sama, tidak akan pernah bisa melihat dengan baik seluruh kehidupan ini jika hati kita kusam dan kotor.
Cinta itu tidak rumit.
Orang-orang-nya yang rumit.
Jika kita mencari seseorang yang sempurna, maka sampai kiamat, kita tidak akan memperolehnya. Lebih baik fokus kepada: apakah seseorang itu mau terus memperbaiki dirinya, dan bisa memberikan bukti kongkret dia memang melakukannya.
“Setiap cinta memiliki waktunya. Jika sekarang belum saatnya, belum pantas, belum siap, maka bukan berarti itu tidak cinta. Bersabar lebih baik.”
Tidak ada gunanya bersikap sok bijak, sok dewasa di dunia nyata maupun dunia maya. Selalu tampil apa adanya. Tanpa topeng. Orang tidak suka, maka itu masalah mereka. Hidup ini sudah rumit tanpa harus bermanis2 ria.
Kita tidak usah jadi pengendali udara, pengendali air atau pengendali api. Kita cukup jadi pengendali hati saja.
Itu sudah cukup sakti.
Cinta, perasaan suka, dan sejenisnya, memiliki begitu banyak pintu untuk datang. Kita, umumnya, lebih sering menggunakan 'pintu mata'. Tetapi orang2 yg paham, selalu menggunakan 'pintu hati' dalam bentuk cinta, rasa suka manapun.
Tidak semua luka harus dibayar dengan luka
novel "Rembulan Tenggelam di Wajahmu"
Pilihlah pasangan yang kaya. Tapi bukan kaya hartanya, melainkan kaya waktunya, sehingga dia punya banyak waktu untuk dihabiskan bersama kita--termasuk saat dia sibuk sekalipun.
"Tidak semua orang mendapatkan pilihan pertama dalam hidup ini. Tapi kita bisa hidup sama bahagianya dengan mereka, meski hanya mendapatkan pilihan kedua, ketiga, atau bahkan keseratus-satu."
Orang yang beneran cinta sama kita, nembak bilang "i love u"-nya nggak sendirian. Dia datang serombongan, bareng keluarga besar.
Kita tidak akan pernah kecewa jika kita selalu mengendalikan harapan. Mau secanggih apapun orang lain memupuk pesonanya, menimbun perhatiannya, kalau kita sempurna mengendalikan hati, no problem at all.
Kau tidak pernah ingin kembali, karena aku tidak pernah menjadi tempat kau pulang.
Orang-orang yg merindu, namun tetap menjaga kehormatan perasaannya, takut sekali berbuat dosa, memilih senyap, terus memperbaiki diri hingga waktu memberikan kabar baik, boleh jadi doa2nya menguntai tangga yg indah hingga ke langit. Kalaupun tidak dengan yang dirindukan, boleh jadi diganti yg lebih baik.
Sejatinya, rasa suka tidak perlu diumbar, ditulis, apalagi kaupamer-pamerkan. Semakin sering kau mengatakannya, jangan-jangan dia semakin hambar, jangan-jangan kita mengatakannya hanya karena untuk menyugesti, bertanya pada diri sendiri, apa memang sesuka itu.
Aku hanya berani bermimpi, sungguh tidak terhitung berapa kali aku bermimpi tentang kau.
Jangan habiskan waktu kita untuk seseorang yang tidak pernah tahu bahwa kita menghabiskan waktu untuknya.
Setiap cinta memiliki waktunya. Jika sekarang belum saatnya, belum pantas, belum siap, maka bukan berarti itu tidak cinta.
Cinta selalu saja misterius. Jangan diburu-buru, atau kau akan merusak jalan ceritanya.
Obat dari segala obat, manjur di atas manjur bagi penyakit hati apapun adalah 'rasa syukur'. Cukup kecil saja dosisnya, sudah efektif mengobati hingga ke dalam-dalamnya.
Mudah sekali mengenali siapa pembenci kita. Ketika kita berbuat kesalahan (yang padahal kecil sekali), maka para pembenci kita akan bersorak riang. Pun sama, mudah sekali mengenali siapa yang paling peduli dengan kita. Ketika kita dalam situasi paling berat, suram, maka itulah orang terakhir yang masih bersedia dekat-dekat dengan kita. - Darwis Tere Liye


Kata Kata Bijak dari Buku Darwis Tere Liye - Ditulis Oleh Admin , Diterbitkan Pada 10/08/2016 , Dalam Kategori Kumpulan Kata
Bagikan Artikel Ini ke : Facebook Twitter Google+
Comment disabled
Copyright ©2013 - 2015 ARJOENA.COM All Rights Reserved.
About - Privacy - Disclaimer - Contact

Designed by Damzaky - Published by Proyek Template
Powered by Blogger - Supported by Google - Google ID - Wikipedia
DMCA Protection